Ngawi, tintajatim.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dengan menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area Tol Solo-Ngawi dan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan.
Penambahan SPKLU dilakukan di Rest Area Tol 575A dan 575B ruas Solo-Ngawi. Masing-masing lokasi dilengkapi lima unit SPKLU berkapasitas 180 kW untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang melintasi jalur utama penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan pembangunan SPKLU merupakan bentuk komitmen PLN dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060.
“Setiap kendaraan listrik yang menggunakan energi listrik merupakan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi lingkungan. Semakin lengkap infrastruktur pengisian daya yang kita bangun, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Inilah kontribusi nyata PLN dalam mendukung target NZE sekaligus mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih bagi generasi mendatang,” kata Eric, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, keberadaan SPKLU di rest area tersebut menjadi titik strategis bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan antardaerah. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, masyarakat diharapkan semakin nyaman melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik.
Tak hanya di jalur tol, PLN juga meresmikan SPKLU di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya melayani pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai penggunaan energi bersih.
Pengasuh Ponpes Al-Fatah Temboro, KH Anwar Mughist, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan SPKLU di lingkungan pesantren merupakan langkah positif dalam memperkenalkan teknologi ramah lingkungan kepada santri dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan PLN yang telah menghadirkan SPKLU di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi santri dan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih serta menjaga kelestarian lingkungan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat yang semakin luas bagi umat dan masyarakat,” ujar KH Anwar Mughist.
PLN menilai pengembangan infrastruktur kendaraan listrik menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem transportasi berbasis energi bersih di Indonesia.
Melalui penambahan SPKLU di jalur strategis maupun kawasan pesantren, PLN berharap penggunaan kendaraan listrik semakin meningkat seiring tersedianya infrastruktur yang mudah dijangkau.
PLN juga menegaskan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jaringan SPKLU di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi, mengurangi emisi karbon, serta mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju target Net Zero Emissions 2060.










