Dukung Pengembangan Kawasan Nelayan hingga Industri, PLN UID Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Pemda

Surabaya, tintajatim.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi strategis di Jawa Timur. Melalui koordinasi bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Jember, Pamekasan, dan Madiun, PLN menyelaraskan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk menunjang pengembangan kawasan nelayan, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kawasan industri.

Di Kabupaten Jember, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember melakukan audiensi bersama DPRD Kabupaten Jember pada Selasa (6/10). Salah satu fokus pembahasan adalah kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung program Desa Nelayan Merah Putih di tiga desa di Kabupaten Jember. Dukungan ini diarahkan untuk menunjang fasilitas kawasan, meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi nelayan secara berkelanjutan.

Sementara itu, di Kabupaten Pamekasan, jajaran manajemen PLN UP3 Madura melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan, Dr. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si., pada Rabu (7/10). Pertemuan tersebut membahas dukungan kelistrikan terhadap pengembangan pariwisata, penyelenggaraan agenda daerah, serta pertumbuhan sektor industri rokok dan UMKM, termasuk pusat kuliner dan kafe yang terus berkembang.

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengapresiasi langkah proaktif PLN dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pembangunan.

“Melalui komunikasi serta koordinasi yang baik antarinstansi, setiap tantangan pembangunan dan kebutuhan listrik masyarakat Madura, khususnya Pamekasan, dapat kita selesaikan bersama dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Kholilurrahman.

Penguatan kolaborasi juga dilakukan PLN UP3 Madiun melalui partisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyediaan Infrastruktur Industri berupa Fasilitas Jaringan Energi dan Kelistrikan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun di Pusat Pemerintahan Caruban, Rabu (7/10).

Forum tersebut membahas pemetaan kebutuhan daya dan kesiapan jaringan listrik sebagai bagian dari percepatan pengembangan kawasan industri. Perencanaan infrastruktur sejak tahap awal diharapkan mampu mendukung masuknya investasi dan meningkatkan daya saing daerah.

Wakil Bupati Madiun, Dr. Purnomo Hadi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk ketersediaan energi listrik.

“Pengembangan kawasan industri tentu membutuhkan kesiapan berbagai infrastruktur pendukung, salah satunya energi listrik. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan PLN dan seluruh stakeholder menjadi hal yang sangat penting agar kebutuhan tersebut dapat dipersiapkan sejak awal,” ujar Purnomo.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif PLN bersama pemangku kepentingan merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kesiapan infrastruktur kelistrikan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah penting untuk menyelaraskan pelayanan kelistrikan PLN dengan arah pembangunan daerah. Kami terus memperkuat kemitraan strategis agar berbagai potensi ekonomi daerah, mulai dari kawasan nelayan, pariwisata, UMKM, hingga kawasan industri, dapat berkembang dengan dukungan energi listrik yang memadai dan berkelanjutan,” ungkap Eric.