Surabaya, tintajatim.com– Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi antara Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kenduri Kebhinekaan dalam rangka program P4GN yang digelar di Restaurant Mahameru, Surabaya, Senin (30/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan sekaligus ajakan bersama untuk melawan ancaman penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Sambutan Kepala Bakesbangpol Jatim yang diwakili Kepala Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Politik Bakesbangpol Jatim, Agus Imantoro, menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kiranya kegiatan ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua. Kegiatan ini bukan hanya momentum kebersamaan, tetapi juga wadah memperkuat tekad dan kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya.
Data menunjukkan, Jawa Timur memiliki 25 desa yang masuk kategori rawan narkoba. Pemerintah Provinsi melalui Bakesbangpol terus mengintensifkan sosialisasi P4GN dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan tenaga pendidik, guna menekan angka kecanduan dan peredaran gelap narkotika.
Agus menambahkan, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan harus melibatkan seluruh komponen bangsa.
“Kenduri Kebhinekaan ini menjadi simbol bahwa kebersamaan dalam perbedaan adalah kekuatan untuk menolak segala ancaman, termasuk penyalahgunaan narkotika. Nilai Pancasila dan semangat gotong royong harus terus kita hidupkan agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada perilaku yang merusak masa depan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga generasi muda. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bersama untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman dan bersih dari narkotika.
Sementara itu, anggota DPRD Jatim, Yordan M. Bataragoa, menegaskan dukungan legislatif terhadap program pencegahan narkoba di Jawa Timur.
“Kami berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan sejahtera bagi generasi muda. Pencegahan narkoba adalah investasi masa depan daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan budaya, kebersamaan, dan edukasi masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pemberantasan narkoba berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui Kenduri Kebhinekaan, sinergi antara pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat, dan generasi muda diharapkan semakin kokoh. Dengan semangat persatuan, nilai kebangsaan, dan gotong royong, Jawa Timur optimistis mampu menekan peredaran narkoba sekaligus menjaga kualitas generasi penerus bangsa menuju masa depan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera./adv












