Surabaya, tintajatim.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat langkah percepatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Jawa Timur. Melalui kegiatan internalisasi pegawai bertajuk “Kolaborasi Strategis dalam Penguatan Ekosistem EV”, PLN UID Jawa Timur mengajak insan PLN menjadi pelopor penggunaan kendaraan listrik sekaligus duta transisi energi di tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di lingkungan PLN UID Jawa Timur tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen internal perusahaan dalam mendukung energi bersih, efisiensi biaya operasional, serta perluasan penggunaan kendaraan listrik. Forum ini turut melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), perbankan mitra, serta sejumlah agen pemegang merek dan dealer kendaraan listrik, antara lain BYD, Citroen, Wuling, Chery, Jaecoo, dan Indomobil.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa penguatan ekosistem kendaraan listrik bukan sekadar program jangka pendek, melainkan gerakan bersama yang perlu dimulai dari internal PLN.
“Ini bukan proyek yang berwaktu, tetapi sebuah program dan gerakan. Kita harus menjadi duta-duta untuk mendorong masyarakat menggunakan listrik, termasuk kendaraan listrik,” ujar Ahmad Mustaqir.
Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik memberikan banyak manfaat, mulai dari mendukung pengurangan emisi, membantu pemerintah menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak impor, hingga memberikan efisiensi biaya bagi pengguna. Dari sisi individu, kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya mobilitas harian secara signifikan karena biaya energi dan perawatannya lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.
PLN UID Jawa Timur turut menyampaikan berbagai dukungan bagi pengguna kendaraan listrik. Salah satunya berupa diskon 50 persen untuk layanan pasang baru atau tambah daya bagi pemilik mobil listrik melalui layanan home charging. Selain itu, tersedia tarif khusus pengisian daya pada malam hari berupa diskon 30 persen pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Program ini diharapkan semakin memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam melakukan pengisian daya dari rumah.
Dari sisi infrastruktur, PLN UID Jawa Timur terus memperluas ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai titik strategis. Pengembangan SPKLU tidak hanya dilakukan oleh PLN, tetapi juga dibuka melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga, termasuk konsep SPKLU Center multimitra. Skema ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya melalui kolaborasi dengan pemilik lahan, pelaku usaha, dan mitra strategis lainnya.
Kolaborasi dengan Himbara dan perbankan mitra menjadi salah satu penguat utama program ini. Perwakilan Bank Mandiri, BSI, BRI, dan BTN hadir untuk menawarkan berbagai skema pembiayaan kendaraan listrik. Sejumlah penawaran yang diperkenalkan mencakup fasilitas kredit, DP ringan hingga DP 0 persen, suku bunga kompetitif, serta hadiah atau voucher khusus.
Dukungan serupa juga datang dari dealer dan ATPM kendaraan listrik. Perwakilan BYD HK Gresik menyatakan kesiapannya menghadirkan unit test drive serta penawaran khusus.
Perwakilan Chery Mentari Surabaya turut memperkenalkan produk SUV listrik Chery J6 yang ditawarkan. Produk tersebut disebut memiliki karakter SUV listrik dengan kemampuan off-road serta didukung sejumlah program menarik. “Kami membawa Chery J6, SUV listrik dengan karakter off-road. Program yang kami tawarkan antara lain free wall charger di rumah dan garansi baterai lifetime,” ujar perwakilan Chery Mentari Surabaya.
Sementara itu, Wuling Maju Motor Surabaya menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap program penguatan ekosistem EV yang digagas PLN UID Jawa Timur.
Lebih jauh, PLN UID Jawa Timur telah memetakan potensi pengembangan kendaraan listrik di Jawa Timur, mulai dari lingkungan pegawai, pemerintah daerah, kawasan industri, perguruan tinggi, pondok pesantren, hotel, resort, perusahaan swasta, hingga angkutan umum. Potensi tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur masih terbuka sangat luas dan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan dukungan ekosistem yang semakin lengkap, mulai dari kendaraan, pembiayaan, promo, layanan home charging, hingga perluasan SPKLU, PLN UID Jawa Timur optimistis Jawa Timur dapat menjadi salah satu penggerak utama percepatan kendaraan listrik nasional. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konsumsi energi listrik yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi./adv












