SAMPANG–MADURA, tintajatim.com – Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap menghambat produktivitas, para petani rumput laut Gracilaria di Desa Asemnonggal kini memiliki harapan baru. Pada Sabtu (31/01/2026), secara resmi telah dilakukan sosialisasi dan peresmian SMART DRYVA, sebuah inovasi teknologi pengering rumput laut berbasis Internet of Things (IoT) dan Solar Cell.
Hilirisasi Riset: Kolaborasi Akademisi dan Industri
Teknologi SMART DRYVA merupakan output nyata dari program Hiliriset yang diinisiasi oleh Kemendikbud Ristek. Program ini bertujuan untuk menjembatani hasil riset akademisi agar dapat langsung diimplementasikan dan mendukung kemajuan industri nasional.
Proyek ini lahir dari kolaborasi strategis antara:
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dipimpin oleh Ibu Hayati Mukti Asih, S.T., M.Sc., Ph.D.
- CV Jeeva Bumi Nusantara, yang dikomandoi oleh Dr. Yakuttinah Marjan, CSCM.
Solusi Saat Musim Penghujan
Ketua Tim Pengembang, Ibu Hayati Mukti Asih, menjelaskan bahwa SMART DRYVA dirancang khusus untuk mengatasi masalah klasik petani rumput laut, yaitu kesulitan mengeringkan hasil panen saat musim hujan. Dengan memanfaatkan tenaga surya (Solar Cell) dan sistem kontrol cerdas (IoT), alat ini mampu menjaga suhu optimal pengeringan secara otomatis real-time dapat terpantau melalui gadget serta petani dapat mengeringkan rumput laut Ketika musim hujan.
“Inovasi ini adalah langkah konkret hilirisasi riset untuk mendukung ketahanan industri rumput laut kita,” ujar beliau dalam sambutannya.
Dukungan Stakeholder

Acara yang berlangsung di Desa Asemnonggal, Kecamatan Jrengik ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, praktisi industri, dan akademisi, di antaranya:
- Pemerintah & Instansi: perwakilan BAPPEDA Sampang (Ibu Ir. Umi Hani Laila, M.M), Bapak Fajar Sidiq (Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab. Sampang), Bapak Wahyu Eko Wijaya (Koordinator Penyuluh Perikanan)).
- Pemerintah Setempat: Bapak Aad Zaini (Pj. Kades Asemnonggal), BPD Asemnonggal, serta pengurus Bumdes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Dunia Usaha & Industri: Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (ASTRULI), PT Hakiki Donarta, CV Agar Sari Jaya, PT Anugrah Mapan Jaya, PT Rojo Koyo Manunggal Group, serta perwakilan Pelindo Jatim.
- Masyarakat Pembudidaya: Bapak H. Muzaki (Ketua Pokdakan Suka Maju) dan Bapak Holik Royadi (Ketua Pokdakan Artop).
Harapan Masa Depan
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab. Sampang, Bapak Fajar Sidiq Dengan peresmian ini, SMART DRYVA diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa pesisir lainnya di Madura untuk mulai mengadopsi teknologi berbasis energi terbarukan demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Adanya kolaborasinya dari berbagai stake holder seperti yang sudah dirancang oleh Jeeva Bumi Nusantara berharap tidak hanya dilakukan di Asemnonggal, tapi seluruh Sampang dan merambah komoditas lainnya
Pj. Kepala Desa Asemnonggal, Bapak Aad Zaini, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Desa Asemnonggal sebagai lokasi penerapan SMART DRYVA. Diharapkan dengan adanya teknologi ini, kualitas rumput laut tetap terjaga meski di tengah cuaca buruk, sehingga nilai jual di pasar internasional tetap kompetitif.












