Surabaya, tintajatim.com – Menjelang Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Surabaya memperkuat pemantauan sistem kelistrikan di wilayah isolated Madura. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus mempercepat deteksi potensi gangguan.
PLN melakukan survei terhadap sejumlah peralatan kelistrikan yang berpotensi diintegrasikan dengan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Integrasi tersebut nantinya memungkinkan proses monitoring dan kontrol peralatan dilakukan dari jarak jauh secara bertahap.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif PLN untuk memastikan kondisi peralatan di wilayah isolated tetap terpantau. Dengan dukungan teknologi, petugas dapat memperoleh informasi mengenai kondisi dan status peralatan tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.
Manager PLN UP2D Surabaya Ismanta mengatakan keandalan listrik menjadi bagian penting dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Menjelang Hari Pelanggan Nasional, kami ingin memastikan bahwa pelanggan di seluruh wilayah, termasuk daerah isolated di Madura, mendapatkan layanan kelistrikan yang andal. Monitoring dan kontrol jarak jauh ini merupakan salah satu upaya preventif kami untuk memastikan peralatan tetap dalam kondisi optimal dan potensi gangguan dapat diketahui sedini mungkin,” ujar Ismanta.
Sementara itu, Assistant Manager Fasilitas Operasi PLN UP2D Surabaya Henry Santosa menjelaskan monitoring dan kontrol jarak jauh memiliki peran strategis dalam pengelolaan peralatan kelistrikan, khususnya di wilayah dengan karakteristik sistem dan akses yang berbeda.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui kondisi peralatan dengan lebih cepat dan akurat.
“Monitoring dan kontrol jarak jauh memungkinkan petugas mengetahui kondisi peralatan secara lebih cepat dan akurat tanpa harus selalu datang ke lokasi. Informasi tersebut sangat membantu kami dalam melakukan analisis kondisi peralatan, mendeteksi indikasi abnormal, serta menentukan tindakan yang diperlukan sebelum berkembang menjadi gangguan yang berdampak pada pelanggan,” jelas Henry.
Henry menambahkan pemanfaatan sistem monitoring jarak jauh juga sejalan dengan transformasi digital dalam pengelolaan jaringan kelistrikan.
Dengan sistem remote monitoring dan kontrol, petugas dapat memantau parameter serta status peralatan secara berkala. Kontrol terhadap peralatan juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan prosedur operasi yang berlaku.
“Dengan adanya monitoring dan kontrol secara remote, waktu respons dapat menjadi lebih cepat. Petugas dapat melakukan pemantauan parameter dan status peralatan secara berkala serta melakukan kontrol sesuai kebutuhan dan prosedur operasi. Untuk wilayah isolated, kemampuan ini menjadi semakin penting karena setiap informasi kondisi peralatan sangat berharga dalam menjaga kontinuitas pasokan,” katanya.
Survei yang dilakukan PLN juga bertujuan mendapatkan gambaran aktual mengenai kondisi instalasi dan peralatan kelistrikan di lapangan. Hasil survei tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan, penguatan sistem, hingga langkah mitigasi apabila ditemukan potensi gangguan.
PLN menilai Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar momentum seremonial. Peringatan tersebut menjadi pengingat bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kebutuhan pelanggan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sistem kelistrikan.
Melalui penguatan monitoring dan kontrol jarak jauh di Madura, PLN UP2D Surabaya berupaya menghadirkan layanan yang lebih responsif dan andal. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung kontinuitas pasokan listrik sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah Madura.












