Sambut HPN, PLN Percepat Penyambungan Listrik untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan di Ponorogo

Ponorogo, tintajatim.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui percepatan penyambungan listrik untuk sistem irigasi. Langkah ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026.

Melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo melakukan penyalaan listrik di Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/8/2026).

Penyalaan listrik tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berkolaborasi dengan PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur melalui program Pertanian Berkelanjutan dan Inovatif melalui Sistem Irigasi dengan Energi Listrik Andal dan Ramah Lingkungan (SINAR).

Dalam kegiatan tersebut, listrik disambungkan kepada dua pelanggan dengan masing-masing daya sebesar 16.500 Volt Ampere (VA).

Pasokan listrik itu selanjutnya digunakan untuk mengoperasikan sistem irigasi pertanian. Dengan dukungan listrik, pengelolaan air diharapkan menjadi lebih andal, efisien, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Program SINAR menjadi bagian dari upaya PLN memperluas manfaat listrik, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Penyalaan listrik turut dihadiri jajaran manajemen PLN UP3 Ponorogo, PLN UP2B Jawa Timur, serta perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Manager PLN UP3 Ponorogo Indradi Pratama mengatakan percepatan penyambungan tersebut menjadi bentuk komitmen PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus mendukung sektor pertanian di Ponorogo.

“PLN terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal untuk menunjang sektor pertanian. Melalui penyambungan listrik di dua titik ini, kami berharap sistem irigasi dapat beroperasi secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi para petani dalam mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan di wilayah Ponorogo,” ujar Indradi.

Program SINAR juga mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo Riska Nugraheni menilai ketersediaan energi listrik untuk sistem irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui Program SINAR. Dengan tersedianya sistem irigasi berbasis energi listrik, diharapkan pengelolaan air dapat menjadi lebih optimal sehingga dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan,” kata Riska.

Tak hanya meningkatkan keandalan irigasi, pemanfaatan listrik melalui Program SINAR juga diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 65 persen dibandingkan penggunaan pompa diesel konvensional.

Peralihan dari pompa diesel ke energi listrik tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi biaya operasional sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih.

General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan elektrifikasi sektor pertanian merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan solusi energi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan. Melalui penyambungan listrik ini, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat, biaya operasional petani menjadi lebih efisien, serta kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” pungkas Eric.