PLN UP2D Jawa Timur Siaga Penuh Kawal Listrik ASEAN U17 Championship 2026 di Sidoarjo dan Gresik

Sidoarjo, tintajatim.com – Perhelatan sepak bola internasional ASEAN U17 Championship 2026 resmi berlangsung mulai 11 April hingga 24 April 2026, menjadikan Jawa Timur sebagai panggung bergengsi bagi negara-negara Asia Tenggara. Dua stadion menjadi tuan rumah pertandingan, yakni Stadion Gelora Delta di Sidoarjo dan Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik. Di balik gegap gempita tribun dan sorotan lampu stadion, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Timur bergerak sigap memastikan pasokan listrik berjalan tanpa gangguan selama turnamen berlangsung.

Sebagai tulang punggung pengelolaan sistem distribusi tenaga listrik di wilayah Jawa Timur, PLN UP2D mengambil peran strategis dalam operasi siaga kelistrikan selama event internasional ini. Berbagai peralatan pendukung disiapkan dan ditempatkan di kedua venue pertandingan guna mengantisipasi segala potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya laga.

Salah satu andalan utama yang diturunkan PLN UP2D dalam operasi siaga kali ini adalah unit Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Mobile. Teknologi ini memungkinkan petugas untuk memantau dan mengendalikan sistem kelistrikan secara real-time dari lokasi pertandingan, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pusat kendali utama. Dengan SCADA Mobile, respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan jauh lebih cepat dan presisi.

Selain SCADA Mobile, PLN UP2D juga mengerahkan sejumlah unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan beragam kapasitas untuk menjamin keberlangsungan daya pada perangkat-perangkat kritis di dalam stadion. UPS yang disiagakan mencakup kapasitas 20 KVA, 30 KVA, 100 KVA, hingga 300 KVA disesuaikan dengan kebutuhan beban di masing-masing titik kritikal, mulai dari sistem pencahayaan darurat, perangkat teknologi informasi turnamen, tribun, hingga instalasi di ruang kontrol. Unit Gardu Bergerak (UGB) dan Genset turut menjadi peralatan pendukung siaga keandalan kelistrikan di kedua stadion.

Manager PLN UP2D Jawa Timur, Hendrix Reza, menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang jauh sebelum turnamen dimulai. Ia menekankan komitmen penuh seluruh personel yang diterjunkan dalam operasi siaga ini.

“Kami mengerahkan personel terbaik kami untuk memastikan tidak ada kedipan listrik sekecil apapun yang mengganggu jalannya pertandingan. Seluruh peralatan siaga, mulai dari SCADA Mobile hingga UPS dengan berbagai kapasitas, telah kami tempatkan di Stadion Delta Sidoarjo dan Stadion Joko Samudro Gresik. Ini adalah bentuk tanggung jawab PLN UP2D dalam mendukung nama baik Indonesia di mata dunia.”

Hendrix Reza juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan pengelola kedua stadion serta panitia penyelenggara turnamen sejak beberapa pekan sebelum pelaksanaan. “Kami melakukan pengecekan beban listrik, pengecekan titik-titik kritis, dan simulasi peralatan untuk memastikan sistem kelistrikan berjalan optimal. Personel kami siaga selama 24 jam penuh sepanjang pertandingan berlangsung,” ujarnya.

Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik dipilih sebagai dua arena utama penyelenggaraan ASEAN U17 Championship 2026. Kedua stadion ini menampung ribuan penonton, dengan kebutuhan listrik yang besar untuk mendukung sistem pencahayaan lapangan berstandar internasional, layar skor raksasa, sistem tata suara, hingga infrastruktur siaran televisi yang disaksikan jutaan penonton.

PLN UP2D Jawa Timur menempatkan tim siaga di masing-masing venue dengan perlengkapan yang disesuaikan kebutuhan beban setempat. Kehadiran UPS berkapasitas besar seperti 100 KVA dan 200 KVA menjadi penyangga utama sistem-sistem vital agar tetap beroperasi meski sewaktu-waktu terjadi fluktuasi tegangan atau gangguan sesaat pada jaringan distribusi.

Dengan seluruh upaya persiapan yang telah dilakukan, PLN UP2D Jawa Timur berharap pasokan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penunjang kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN U17 Championship 2026. Semangat juang para punggawa muda di lapangan pun diharapkan sejalan dengan dedikasi para personel PLN yang berdiri tegak di balik layar, memastikan setiap pertandingan berjalan terang dan tanpa hambatan hingga peluit panjang turnamen berbunyi pada 24 April 2026./adv