PLN UID Jawa Timur Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik dan Keselamatan Kerja Melalui Pemeliharaan Jaringan

Surabaya, tintajatim.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus meningkatkan keandalan pasokan listrik dan keselamatan kerja melalui pemeliharaan jaringan, pemeriksaan peralatan, serta penguatan koordinasi petugas di wilayah Surabaya Utara, Mojokerto, dan Surabaya Selatan.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan keselamatan petugas dan keandalan listrik harus berjalan beriringan. Karena itu, PLN terus memastikan kesiapan personel dan kondisi jaringan guna memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Bagi kami, keselamatan petugas tetap yang utama. Listrik harus andal, tetapi proses untuk menjaganya juga harus aman. Kami terus mendorong petugas di lapangan untuk rutin memeriksa peralatan, mengenali potensi risiko, dan melakukan pemeliharaan secara berkala,” ujar Eric.

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto menggelar Forum Keandalan Jaringan pada 13 Oktober 2026 di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Forum yang melibatkan jajaran pengelola jaringan dan tim pelayanan teknik ini berfokus pada evaluasi kondisi jaringan, koordinasi pemeliharaan, serta identifikasi potensi gangguan.

Sementara itu, di Surabaya Utara, PLN menggelar Safety Briefing Management dan pemeriksaan peralatan di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tandes pada 14 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari PLN Electricity Services, Pelayanan Teknik (Yantek), Billman, dan Pelayanan Gangguan (Yanbung).

Manager PLN UP3 Surabaya Utara, Muhammad Syafdinnur, bersama jajaran manajemen turut memeriksa kesiapan personel dan peralatan guna memastikan penerapan standar keselamatan kerja.

Di Surabaya Selatan, PLN melaksanakan program pemeliharaan preventif SEPINTAS di kawasan Perindustrian SIER pada 15 Oktober 2026. Sebanyak 49 personel dari lima ULP, yakni Dukuh Kupang, Darmo Permai, Rungkut, Ngagel, dan Gedangan, melakukan pemeliharaan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kilovolt (kV).

Pekerjaan meliputi penggantian isolator, cross arm atau lengan penyangga, serta pemasangan pelindung jaringan untuk mencegah gangguan akibat binatang. Pemeliharaan serentak ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan musim penghujan guna menekan potensi pemadaman listrik.

Eric menambahkan, pemeliharaan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan, terutama menghadapi perubahan kondisi cuaca.

“Kami ingin potensi gangguan bisa diketahui dan ditangani lebih awal, sehingga masyarakat dapat terus menikmati pasokan listrik yang andal dan berkualitas. Karena itu, kami terus memastikan kesiapan jaringan dan petugas agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar,” tutup Eric.