Program Environment Learning PLN Mengajar, PLN UPT Gresik Edukasi Siswa SMP YIMI Gresik

Gresik, tintajatim.com — PT PLN (Persero) UPT Gresik menerima kunjungan edukatif siswa-siswi SMP YIMI Gresik dalam kegiatan bertajuk Environment Learning PLN Mengajar dengan tema “Mengenal Manfaat dan Bahaya Kelistrikan serta Aplikasi PLN Mobile”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan edukasi ketenagalistrikan kepada generasi muda sejak dini.

Sebanyak 68 siswa-siswi kelas VIII SMP YIMI Gresik hadir didampingi Kepala Sekolah dan tujuh guru pendamping. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai proses energi listrik, mulai dari sumber energi, proses pembangkitan, transmisi, hingga distribusi listrik ke masyarakat dan rumah tangga.

Selain itu, siswa juga diberikan edukasi mengenai manfaat listrik dalam kehidupan sehari-hari serta potensi bahaya kelistrikan apabila tidak digunakan dengan benar. PLN turut mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik, termasuk mengimbau anak-anak agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu pasokan listrik kepada masyarakat.
PLN juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile sebagai layanan digital terpadu milik PLN yang memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan listrik, pembelian token, pengajuan layanan pasang baru dan tambah daya, hingga pengaduan gangguan secara cepat dan mudah.

Manager PLN UPT Gresik, Ivan Nur Pratama menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang penting bagi pelajar untuk lebih memahami proses kelistrikan sekaligus meningkatkan kesadaran akan keselamatan ketenagalistrikan.

“Melalui kegiatan PLN Mengajar ini, kami ingin mengenalkan kepada para siswa bagaimana proses listrik sampai dapat digunakan di rumah-rumah masyarakat, mulai dari pembangkitan hingga distribusi. Kami juga ingin menanamkan pemahaman tentang pentingnya keselamatan kelistrikan, termasuk menghindari aktivitas bermain layang-layang di dekat jaringan listrik yang sangat berbahaya. Selain itu, kami mengenalkan PLN Mobile sebagai bentuk transformasi digital layanan PLN agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan kelistrikan,” ujar Ivan.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan edukatif tersebut karena memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa terkait dunia ketenagalistrikan dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Melalui kegiatan Environment Learning PLN Mengajar, PLN berharap dapat terus mempererat hubungan dengan dunia pendidikan sekaligus membangun generasi muda yang peduli terhadap keselamatan, energi, dan kemajuan teknologi./adv